1. Bagi Kesehatan Tubuh
Pengguna Narkoba :
a. HIV, Hepatitis dan Beberapa Penyakit Menular Lainnya
Penyalahgunaan narkoba tidak hanya melemahkan sistem ke-kebalan
tubuh seseorang, tetapi hal itu juga kerap dikaitkan dengan berbagai perilaku
berbahaya, seperti pemakaian jarum suntik yang tidak steril. Selain dari itu
juga hubungan seksual (anal, oral, vaginal) yang tidak terlindungi (tanpa
kondom). (Hardhi, 2012:1).
Kombinasi dari keduanya akan sangat berpotensi meningkatkan resiko
tertular penyakit HIV/AIDS, hepatitis, dan beragam penyakit infeksi lainnya.
Perilaku berbahaya tersebut biasanya berlaku bagi penggunaan narkoba berjenis heroin,
kokain, steroid, dan metamfetamin.
b. Penyakit Jantung dan
Pembuluh Darah
Para peneliti telah menemukan semacam korelasi antara penyalah-gunaan
narkoba (dalam berbagai frekuensi penggunaan) dengan ke-rusakan fungsi jantung,
mulai dari detak jantung yang abnormal sampai dengan serangan jantung.
Penyuntikan zat-zat psikotropika juga dapat menyebabkan kolapsnya
saluran vena, serta resiko masuknya bakteri lewat pembuluh darah dan klep
jantung. Beberapa jenis narkoba yang dapat merusak kinerja sistem jantung
antara lain kokain, heroin, inhalan, ketamin, LSD, mariyuana, MDMA,
methamphetamin, nikotin, PCP, dan steroid.
c. Penyakit Gangguan Pernapasan
Penyalahgunaan narkoba
juga dapat menyebabkan beragam per-masalahan sistem pernafasan. Merokok,
misalnya sudah terbukti merupakan penyebab penyakit bronkitis, emfisema, dan
kanker paru-paru. Begitu pula dengan menghisap mariyuana yang bisa membawa
dampak lebih parah lagi. Penggunaan sejumlah zat psikotropika juga dapat
mengakibatkan lambatnya pernapasan, menghalangi udara segar memasuki paru-paru
yang lebih buruk dari gejala asma.
d. Penyakit Nyeri Lambung
Dari efek merugikan
yang ditimbulkannya, beberapa kasus pe-nyalahgunaan narkoba juga diketahui
dapat menyebabkan mual dan muntah beberapa saat setelah dikonsumsi. Penggunaan
kokain juga dapat mengakibatkan nyeri pada lambung.
e. Penyakit Kelumpuhan Otot
Penggunaan steroid
pada masa kecil dan masa remaja, meng-hasilkan hormon seksual melebihi tingkat
sewajarnya, dan meng-akibatkan pertumbuhan tulang terhenti lebih cepat
dibanding saat normal. Sehingga tinggi badan tidak maksimal, bahkan cenderung
pendek. Beberapa jenis narkoba juga dapat mengakibatkan kejang otot yang hebat,
bahkan bisa berlanjut pada kelumpuhan otot.
f. Penyakit Gagal Ginjal
Beberapa jenis narkoba
juga dapat memicu kerusakan ginjal, bahkan menyebabkan gagal ginjal, baik
secara langsung maupun tak langsung akibat kenaikan temperatur tubuh pada
tingkat membahaya-kan sampai pada terhentinya kinerja otot tubuh.
g. Penyakit Neurologis
Semua perilaku
penyalahgunaan narkoba mendorong otak untuk memproduksi efek euforis.
Bagaimanapun, beberapa jenis psikotropika juga memberikan dampak yang sangat
negatif pada otak seperti stroke, dan kerusakan otak secara meluas yang dapat
melumpuhkan segala aspek kehidupan pecandunya. Penggunaan narkoba juga dapat
meng-akibatkan perubahan fungsi otak, sehingga menimbulkan permasalahan
ingatan, permasalahan konsentrasi, serta ketidakmampuan dalam pengambilan
keputusan.
h. Penyakit Kelainan Mental
Penyalahgunaan narkoba
yang sudah sampai pada level kronis dapat mengakibatkan perubahan jangka
panjang dalam sel-sel otak, yang mendorong terjadinya paranoid, depresi,
agresi, dan halusinasi.
i. Penyakit Kelainan Hormon
Penyalahgunaan narkoba
dapat mengganggu produksi hormon di dalam tubuh secara normal, yang
mengakibatkan kerusakan yang tidak dapat dipulihkan kembali. Semua perusakan
ini meliputi kemandulan dan penyusutan testikel pada pria, sebagaimana juga
efek maskulinisasi yang terjadi pada wanita.
j. Penyakit Kanker
Aktifitas merokok
nikotin ini biasa dihubungkan dengan penyakit kanker mulut, leher, lambung, dan
paru-paru. Merokok mariyuana juga bisa mengakibatkan masuknya bakteri
karsinogen ke dalam paru-paru, hingga merubah fungsi paru-paru di tahap
pra-kanker.
k. Penyakit Gangguan Kehamilan
Efek keseluruhan
akibat ketergantungan narkoba terhadap ke-sehatan janin yang dikandung memang
tidak diketahui. Namun, beberapa studi menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkoba
dapat menyebabkan kelahiran prematur, keguguran, penurunan berat badan bayi,
serta berbagai permasalahan perilaku maupun kognitif pada bayi di kemudian
hari. (Anonim, 2012)
l. Permasalahan Kesehatan Lainnya
Sebagai tambahan dari
berbagai penjelasan tentang penyakit yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan
narkoba di atas, perlu diketahui pula bahwa semua jenis narkoba tersebut
memiliki potensi merubah fungsi tubuh secara keseluruhan. Termasuk diantaranya
perubahan selera makan dan peningkatan suhu tubuh secara dramatis yang bisa
melumpuhkan kesehatan dalam waktu singkat. Tidak cukup sampai disitu, zat
psikotropika berpotensi menimbulkan kelelahan yang berkepanjangan,
mengombang-ambingkan perasaan, kepenatan mendalam, perubahan selera makan,
nyeri pada otot dan tulang, hilang ingatan, diare, keringat dingin, dan
muntah-muntah.
2. Bagi Keluarganya
a. Suasana hidup nyaman menjadi terganggu. Keluarga resah karena
barang-barang berharga di rumah hilang, anak berbohong, mencuri, menipu,
bersikap kasar, acuh tak acuh dengan urusan keluarga, tidak bertanggung jawab,
hidup semaunya, dan asosial.
b. Orang tua malu karena memiliki anak pecandu, merasa bersalah,
tetapi juga sedih dan marah sehingga perilaku ikut berubah dan fungsi keluarga
terganggu.
c. Orang tua putus asa
karena masa depan anak tidak jelas, anak putus sekolah/menganggur karena dikeluarkan dari sekolah, stres
meningkat, dan membuat ekonomi keluarga morat-marit. (Lydia, 2006:25)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar