Jumat, 27 Februari 2015

DAMPAK PENYALAHGUNAAN NARKOBA BAGI KESEHATAN

1.  Bagi Kesehatan Tubuh Pengguna Narkoba :
a. HIV, Hepatitis dan Beberapa Penyakit Menular Lainnya
Penyalahgunaan narkoba tidak hanya melemahkan sistem ke-kebalan tubuh seseorang, tetapi hal itu juga kerap dikaitkan dengan berbagai perilaku berbahaya, seperti pemakaian jarum suntik yang tidak steril. Selain dari itu juga hubungan seksual (anal, oral, vaginal) yang tidak terlindungi (tanpa kondom). (Hardhi, 2012:1).
Kombinasi dari keduanya akan sangat berpotensi meningkatkan resiko tertular penyakit HIV/AIDS, hepatitis, dan beragam penyakit infeksi lainnya. Perilaku berbahaya tersebut biasanya berlaku bagi penggunaan narkoba berjenis heroin, kokain, steroid, dan metamfetamin.
b.  Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah
Para peneliti telah menemukan semacam korelasi antara penyalah-gunaan narkoba (dalam berbagai frekuensi penggunaan) dengan ke-rusakan fungsi jantung, mulai dari detak jantung yang abnormal sampai dengan serangan jantung.
Penyuntikan zat-zat psikotropika juga dapat menyebabkan kolapsnya saluran vena, serta resiko masuknya bakteri lewat pembuluh darah dan klep jantung. Beberapa jenis narkoba yang dapat merusak kinerja sistem jantung antara lain kokain, heroin, inhalan, ketamin, LSD, mariyuana, MDMA, methamphetamin, nikotin, PCP, dan steroid.
c. Penyakit Gangguan Pernapasan
        Penyalahgunaan narkoba juga dapat menyebabkan beragam per-masalahan sistem pernafasan. Merokok, misalnya sudah terbukti merupakan penyebab penyakit bronkitis, emfisema, dan kanker paru-paru. Begitu pula dengan menghisap mariyuana yang bisa membawa dampak lebih parah lagi. Penggunaan sejumlah zat psikotropika juga dapat mengakibatkan lambatnya pernapasan, menghalangi udara segar memasuki paru-paru yang lebih buruk dari gejala asma.
d. Penyakit Nyeri Lambung
        Dari efek merugikan yang ditimbulkannya, beberapa kasus pe-nyalahgunaan narkoba juga diketahui dapat menyebabkan mual dan muntah beberapa saat setelah dikonsumsi. Penggunaan kokain juga dapat mengakibatkan nyeri pada lambung.
e.  Penyakit Kelumpuhan Otot
        Penggunaan steroid pada masa kecil dan masa remaja, meng-hasilkan hormon seksual melebihi tingkat sewajarnya, dan meng-akibatkan pertumbuhan tulang terhenti lebih cepat dibanding saat normal. Sehingga tinggi badan tidak maksimal, bahkan cenderung pendek. Beberapa jenis narkoba juga dapat mengakibatkan kejang otot yang hebat, bahkan bisa berlanjut pada kelumpuhan otot.
f.  Penyakit Gagal Ginjal
        Beberapa jenis narkoba juga dapat memicu kerusakan ginjal, bahkan menyebabkan gagal ginjal, baik secara langsung maupun tak langsung akibat kenaikan temperatur tubuh pada tingkat membahaya-kan sampai pada terhentinya kinerja otot tubuh.
g.  Penyakit Neurologis
        Semua perilaku penyalahgunaan narkoba mendorong otak untuk memproduksi efek euforis. Bagaimanapun, beberapa jenis psikotropika juga memberikan dampak yang sangat negatif pada otak seperti stroke, dan kerusakan otak secara meluas yang dapat melumpuhkan segala aspek kehidupan pecandunya. Penggunaan narkoba juga dapat meng-akibatkan perubahan fungsi otak, sehingga menimbulkan permasalahan ingatan, permasalahan konsentrasi, serta ketidakmampuan dalam pengambilan keputusan.
h. Penyakit Kelainan Mental
        Penyalahgunaan narkoba yang sudah sampai pada level kronis dapat mengakibatkan perubahan jangka panjang dalam sel-sel otak, yang mendorong terjadinya paranoid, depresi, agresi, dan halusinasi.
i.  Penyakit Kelainan Hormon
        Penyalahgunaan narkoba dapat mengganggu produksi hormon di dalam tubuh secara normal, yang mengakibatkan kerusakan yang tidak dapat dipulihkan kembali. Semua perusakan ini meliputi kemandulan dan penyusutan testikel pada pria, sebagaimana juga efek maskulinisasi yang terjadi pada wanita.
j.  Penyakit Kanker
        Aktifitas merokok nikotin ini biasa dihubungkan dengan penyakit kanker mulut, leher, lambung, dan paru-paru. Merokok mariyuana juga bisa mengakibatkan masuknya bakteri karsinogen ke dalam paru-paru, hingga merubah fungsi paru-paru di tahap pra-kanker.
k. Penyakit Gangguan Kehamilan
        Efek keseluruhan akibat ketergantungan narkoba terhadap ke-sehatan janin yang dikandung memang tidak diketahui. Namun, beberapa studi menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat menyebabkan kelahiran prematur, keguguran, penurunan berat badan bayi, serta berbagai permasalahan perilaku maupun kognitif pada bayi di kemudian hari. (Anonim, 2012)
l. Permasalahan Kesehatan Lainnya
     Sebagai tambahan dari berbagai penjelasan tentang penyakit yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan narkoba di atas, perlu diketahui pula bahwa semua jenis narkoba tersebut memiliki potensi merubah fungsi tubuh secara keseluruhan. Termasuk diantaranya perubahan selera makan dan peningkatan suhu tubuh secara dramatis yang bisa melumpuhkan kesehatan dalam waktu singkat. Tidak cukup sampai disitu, zat psikotropika berpotensi menimbulkan kelelahan yang berkepanjangan, mengombang-ambingkan perasaan, kepenatan mendalam, perubahan selera makan, nyeri pada otot dan tulang, hilang ingatan, diare, keringat dingin, dan muntah-muntah.
2.     Bagi Keluarganya
a. Suasana hidup nyaman menjadi terganggu. Keluarga resah karena barang-barang berharga di rumah hilang, anak berbohong, mencuri, menipu, bersikap kasar, acuh tak acuh dengan urusan keluarga, tidak bertanggung jawab, hidup semaunya, dan asosial.
b. Orang tua malu karena memiliki anak pecandu, merasa bersalah, tetapi juga sedih dan marah sehingga perilaku ikut berubah dan fungsi keluarga terganggu.
c.  Orang tua putus asa karena masa depan anak tidak jelas, anak putus sekolah/menganggur   karena dikeluarkan dari sekolah, stres meningkat, dan membuat ekonomi keluarga morat-marit. (Lydia, 2006:25)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar